
Tim voli Alfonso membuat Benedicto tak berkutik dengan permainan yang santai tapi menakutkan, Rabu (27/8/2025). Kedua tim tampil penuh dengan ambisi, sehingga membuat set awal terasa sengit. Dibuka dengan servis yang dilakukan oleh Ricko Sero dari Benedicto dan pertahanan yang kuat dari Alfonso serta permainan yang lihai, sayangnya, Alfonso memenangkan set pertama dengan skor 27-25.
Set kedua dimulai dan Benedicto tidak tinggal diam, mereka mengubah taktik permainan serta penampilan yang ganas dari spiker andalan mereka, William Koro yang membuat lawan kewalahan. Benedicto unggul jauh dan menutup set tersebut dengan skor 25-18.
Set ketiga menjadi titik balik bagi Benedicto karena Alfonso mengundang Fr. Jen O,carm ( Frater TOP Seminari) untuk membantu mereka. Benedicto harus memberi yang lebih agar dapat memenangkan set tersebut. Ternyata, Marto Lipu dan Yaldi Mangu dari Alfonso tidak hanya diam. Kedua pemain tersebut memamerkan skill mereka yang agresif membuat Benedicto susah mengejar poin. Posisi belakang pada tim Benedicto sering menjadi incaran Alfonso karena penjagaannya yang kurang ketat. Alfonso mengunci kemenangan pada set ketiga tersebut dengan skor 25-19.
Set keempat berjalan ketat. Alfonso dan Benedicto saling mengejar poin hingga keududukan 19-14. Ketua Benedicto, Ricko Loda, memberi semangat kepada timnya. Alfonso terus menambah poin saat Benedicto kehilangan irama permainan. Kesalahan servis dilakukan oleh Anjelo La’a dan serangan balik dilakukan dengan cepat oleh Alfonso, menjadi penentu kemenangan. Alfonso mengakhiri permainan dengan skor 25-14.
Pelatih Alfonso, Yaldi Mangu, mengaku bangga dengan penampilan timnya. “Sempat kewalahan tadi. Tapi, kami menunjukkan yang terbaik dan kawan-kawan saya yang fokus juga juga membantu. Ini hasil kerja keras kami,”ujarnya selepas pertandingan. Sementara itu, pelatih Benedicto, Yoris Kaki, mengatakan, “Kami masih harus memperbaiki beberapa posisi yang sering bolong.” Katanya. Dengan kemenangan ini, Alfonso menambah poin untuk kelompok mereka (Regard Wawo).